Sembilan bab · Lima akhir

Dewi Sartika

Perempuan tak perlu sekolah? Muridmu sudah datang.

1884–1947 · Bandung · Jawa Barat

Mainkan kehidupan ini →

Riwayat yang tercatat

Dewi Sartika mengembangkan pendidikan perempuan di Jawa Barat. Dengan dukungan Bupati Bandung dan inspektur pengajaran, Sakola Istri dibuka pada 16 Januari 1904. Sekolah berpindah ke tempat lebih besar pada 1905; gerakan Kautamaan Istri kemudian berkembang. Ia mengajarkan membaca, menulis dan kecakapan praktis untuk kemandirian. Riwayatnya berakhir pada 1947 setelah pengungsian ke Cineam.

Sembilan titik perjalanan

  1. Sebelum 1904 · Sebelum 1904: pelajaran di rumah

    Sebelum mendirikan sekolah, Dewi Sartika berbagi pengetahuan membaca, menulis dan keterampilan dengan lingkungan terdekatnya. Pengalaman itu menguatkan keyakinannya pada pendidikan perempuan.

  2. Menjelang 1904 · Menjelang 1904: ruang untuk belajar

    Rencana sekolah mendapat dukungan inspektur C. Den Hamer dan Bupati Bandung. Dukungan pejabat membuka ruang, tetapi keyakinan bahwa perempuan perlu belajar belum diterima semua orang.

  3. 1904 · Sakola Istri

    Pada 16 Januari 1904 Sakola Istri dibuka di lingkungan pendopo Kabupaten Bandung. Ruang yang terbatas menjadi awal pendidikan yang lebih teratur bagi perempuan.

  4. 1905 · Ruang yang terlalu sempit

    Jumlah siswi bertambah dan sekolah pindah ke Jalan Ciguriang pada 1905. Perluasan membawa kebutuhan tempat, alat dan pengajar.

  5. 1906 · Teman hidup, teman kerja

    Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata, seorang guru. Ia mendukung pengembangan sekolah serta pengelolaannya.

  6. 1910 · Kautamaan Istri

    Pada 1910 dukungan terhadap pendidikan Dewi Sartika berkembang melalui perkumpulan Kautamaan Istri. Sekolah perempuan mulai menjangkau lingkungan yang lebih luas.

  7. 1913 · Suara seorang guru perempuan

    Tulisan Dewi Sartika membahas pendidikan dan kedudukan perempuan. Pelajaran membaca dan kecakapan praktis dikaitkan dengan kemampuan menjalani hidup secara lebih mandiri.

  8. 1946 · Sekolah dalam masa bergolak

    Perang dan masa revolusi mengganggu kehidupan pendidikan. Dewi Sartika akhirnya mengungsi ke Cineam; kehidupan sebuah sekolah tidak kebal terhadap kekerasan di sekitarnya.

  9. 1947 · Pintu berikutnya

    Dewi Sartika wafat pada 1947. Warisan pendidikan perempuan tidak hanya berupa sebuah nama sekolah, tetapi juga kesempatan yang telah dibuka bagi murid dan pengajar sesudahnya.

Akibat pilihanmu

Ikuti arah riwayat, atau bangun lembaga bersama dan dukungan setempat. Pilihan awal mengubah percakapan berikutnya, bekal, hubungan dan kekuatan akhir. Perubahan pada menit terakhir tidak menggantikan persiapan bertahun-tahun.

Mulai kisah →

Kehidupan lain, sudut pandang lain

Sumber dan batas cerita

Tonggak riwayat memakai sumber berikut. Dialog dan hasil pilihan lain merupakan adegan permainan. Sumber diperiksa 27 Oktober 2026.

  1. esi.kemenbud.go.id
  2. mpn.komdigi.go.id
  3. ikpni.or.id
  4. repositori.kemendikdasmen.go.id