Dua suaminya gugur. Ia sendiri tak pernah berhenti melawan
Kamu putri Teuku Nanta Seutia, uleebalang VI Mukim di Aceh Besar. Sebentar lagi kapal-kapal Belanda akan muncul di pantai, dan kamu akan kehilangan rumah, suami, lalu suami lagi. Yang tidak akan hilang adalah tekadmu.
Cut Nyak Dhien lahir pada 1848 di VI Mukim, Aceh Besar, putri uleebalang Teuku Nanta Seutia. Ia menikah dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga, yang gugur di Gle Tarum pada 29 Juni 1878. Pada 1880 ia menikah dengan Teuku Umar dan ikut bertempur di sisinya. Setelah Teuku Umar gugur di dekat Meulaboh pada 11 Februari 1899, ia memimpin perlawanan di pedalaman meski usia, penyakit, dan matanya makin lemah. Pada 1905 ia ditangkap setelah Pang Laot, pengikutnya sendiri, menunjukkan tempat persembunyiannya karena iba. Ia diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat, dan wafat di sana pada 6 November 1908. Warga Sumedang menyebutnya Ibu Perbu. Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2 Mei 1964.
HeroLog dibuat dari sumber terbuka seperti Wikipedia dan buku sejarah. Kisah yang hanya diceritakan turun-temurun ditandai sebagai cerita rakyat. Skor hanyalah skor permainan.